Six Big Losses

Posted: April 24, 2015 in bucil On the Job

Dalam dunia produksi, target dalam hitungan shfit ataupun harian menjadi tujuan yang harus dicapai. namun saat produksi berjalan, ada saja yang kendala yang harus dihadapai dimana menyebabkan terhentinya produksi ataupun tidak menghasilkan barang sehingga harus segera diselesaikan karena hal ini akan sangat mempengaruhi target barang dalam waktu yang ditentukan. saat berhentinya produksi atau saat produksi tidak menghasilkan barang dikarenakan kendala tertentu disebut dengan istilah downtime.  dalam dunia downtime di produksi dikenal dengan Six Big Losses, yaitu merupakan 6 kelompok besar downtime yang akan menyebabkan target produksi tidak tercapai dikarenakan tidak menghasilkan output. oleh karena itu, kecepatan penyelesaian masalah diproduksi menjadi sangat penting. SBL tersebut adalah : 

1. Late Start / Early Stop : Kerugian timbul saat akan mulai produksi atau produksi berhenti lebih awal yang disebabkan oleh keberadaan manusia. misalnya datang terlambat, pulang lebih awal.
2. Technical breakdown : kerugian yang timbul akibat kegagalan atau kerusakan mesin sehingga tidak menghasilkan output apapun. contoh : terputusnya aliran listrik, tidak tercapainya suhu oven,
3. Set up dan adjustment, yaitu waktu yang dihabiskan untuk melakukan penyesuaian sampai mesin memberikan kualitas yang dapat diterima. misalnya menunggu suhu oven standar sesuai parameter proses dan quality, waktu setting cooling tunnel
4. Idling dan minor stoppages, waktu yang berhenti karena adanya faktor external yang menyebabkan mesin harus berhenti karena tidak dapat menghasilkan output. misalnya, RM/PM habis, pergantian cello, trial RnD/NPD, minor cleaning, gudang penuh
5. Reduced speed, menurunkan kecepatan mesin karena tidak tercapainya standar quality. misalnya tidak tercapainya suhu cooling tunnel sehingga speed cooling tunnel harus diturunkan, menumpuknya WIP basah di packing sehingga harus diturunkan speednya agar WIP segera habis.
6. Defect dan Rework. kerugian waktu karena barang yang dihasilkan cacat dan harus dikerjakan ulang. misalnya kue beng2 botak jd hasus dicoating ulang, rework karton karena karton rusak terpakai.

secara umum, downtime SBL di atas adalah downtime yang akan masuk ke dalam target Produksi dan Teknik. biasanya pihak2 lain tidak ikut bagian dalam hitungan downtime tersebut misalnya QC, PPIC dan gudang yang tidak ikut masuk dalam hitungan target SBL/Downtime.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s