Doa Sebagai Senjata

Posted: April 7, 2012 in bucil story

Temuan-temuan ilmiah tentang potensi manusia membuat saya makin memahami apa manfaat dari kebiasaan yang telah saya lakukan sejak lama. Kebiasaan yang diajarkan orang tua saya sejak kecil, yaitu berdoa sebelum dan sesudah bangun tidur.

Bismika Allahumma ahya wa bismika amuut.“
Dengan nama-Mu ya Allah saya hidup dan dengan nama-Mu saya akan mati.

Alhamdulillaahilladzii ahyana ba’da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur.“
Segala puji milik Allah yang telah menghidupkan kami setelah mati dan kepada-Nya kami akan kembali.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa ada sebuah kekuatan yang mengendalikan setiap tindakan manusia. Kekuatan itu adalah pikiran bawah sadar manusia. Jika diibaratkan, tindakan adalah bumi yang berputar pada garis edarnya, maka pikiran bawah sadar adalah matahari sebagai pusat orbitnya. Bumi senantiasa tunduk patuh berputar mengelilingi matahari.

Bila melihat begitu pentingnya pikiran bawah sadar yang dapat mengendalikan tindakan, maka pertanyaan lanjutannya adalah bagaimana mengakses dan memberdayakan pikiran bawah sadar sehingga yang lahir adalah tindakan positif yang mendukung kesuksesan dan kebahagiaan ?

Sebuah fakta ilmiah menyebutkan bahwa pikiran sadar yang kita gunakan untuk berpikir dan bertindak berhubungan langsung dengan pikiran bawah sadar melalui saluran sempit. Apabila kita memberikan pesan kepada pikiran bawah sadar untuk melakukan sesuatu  secara berulang-ulang maka pikiran bawah sadar akan merespon dan membuat perubahan.

Terkait dengan doa menjelang dan sesudah bangun tidur, para ilmuwan menemukan bahwa waktu untuk mengaktivasi hubungan antara pikiran sadar dan bawah sadar adalah beberapa detik sebelum dan setelah bangun tidur dan hanya dibutuhkan beberapa detik saja untuk mengaktivasinya.

Temuan ini sudah dibuktikan melalui eksperimen yang dilakukan oleh Dr. Joseph Murphy yang kemudian ditulis dalam bukunya The Power of Your Subconcious Mind. Menurutnya, cara terbaik untuk mengendalikan emosi dan marah adalah dengan mengulang-ulang setiap sebelum dan setelah bangun tidur sebuah kalimat:

“Sejak saat ini aku menjadi manusia yang tenang, rasional dan tidak emosional dan hasilnya akan terlihat dalam sikapku besok.“

Dr. Murphy sudah memberikan terapi kepada banyak orang dengan cara tersebut diatas dan hasilnya sangat mengagumkan. Semua pasiennya mengalami perbaiakan dalam hal emosi, bahkan sebagiannya memiliki ketenangan diatas rata-rata orang pada umumnya.

Mengapa itu bisa terjadi ? Karena setiap kali mengucapkan kalimat itu sesungguhnya orang memberikan informasi atau perintah ke dalam pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar yang merupakan sumber kedamainan dan kesabaran kemudian secara berangsur-angsur mengendalikan pikiran dan tindakan agar merespon setiap kejadian dengan penuh kedamaian dan kesabaran.

Demikian juga dengan doa mau dan bangun tidur yang kita lakukan setiap hari. Ketika kita membaca doa itu dengan penuh pemahaman dan penghayatan  sesungguhnya kita sedang mengakses, memberikan informasi dan perintah kepada pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar, yang menurut para ahli justru sangat sadar dan cerdas ini, kemudian memberikan sebuah kesadaran kepada pikiran kita bahwa Allah yang berkuasa untuk menghidupkan dan mematikan mahluknya serta kelak kita akan kembali kepadanya.

Subhanallah, betapa indahnya bila kita mampu menjalankan kebiasaan berdoa saat mau dan setelah bangun dari tidur dengan penuh kesungguhan. Kita menjadi semakin menyadari bahwa salah satu nikmat terbesar kita adalah kehidupan yang harus kita syukuri. Bahwa dulu kita tidak ada, kemudian Allah membuat kita ada. Kelak kita akan tiada,dan kembali kepada-Nya. Semoga berawal dari kesadaran yang terus diteguhkan melalui doa yang kita lakukan akan membawa perubahan dalam pikiran dan tindakan untuk senantiasa tunduk patuh kepada Allah SWT.

Apabila kesadaran itu belum begitu kuat dalam pikiran kita, mungkin kita sering mengabaikan doa mulia tersebut, atau kita tidak membacanya dengan penuh pemahaman dan kesungguhan. Bukankah doa adalah senjata orang-orang beriman ?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s