cara putus yang baik

Posted: April 3, 2012 in bucil story

Suatu malam Anca mengajak Kinan ceweknya dinner. Acara dinner yang sudah lama tidak dilakukan lagi oleh mereka berdua. Kinan sedikit curiga tapi berpikir positif saja karena toh yang mengajak juga pacarnya. Dan tibalah di suatu tempat setengah kafe setengah restoran. Ketika waktunya tiba dan Kinan bertanya apa sebenarnya sedang dirayakan.

Kinan menanyakan hal yang sedikit dicurigai, “kamu tumben skrg ngajak dinner lagi…ada acara apa neh say?”

Anca berkata, ” aku bawa kamu dinner kesini karena ini adalah saat yang istimewa. Aku ingin menceritakan sebuah cerita.”

”sebuah cerita?”

”ya, sebuah cerita. Maukah kamu mendengarkan ceritaku?”

”tentu saja.” angguk Kinan dan membetulkan posisi duduk seakan siap mendengarkan dongeng sang pacar.

”ceritaku seperti ini, : suatu ketika hiduplah seorang laki-laki yang sangat bahagia. Sampai 21 tahun lebih hidupnya, laki-laki itu merasa telah memiliki segalanya. Oratng tua yang penuh cinta, adik-adik yang mengaguminya, teman yang banyak dan yang paling penting adalah wanita tidak pernah terlalu sulit dia dapatkan. Tiap minggu dia bisa berganti-ganti pasangan kencan meski sudah punya pacar tetap.”

”ah…dia pasti cakep dan tajir banget!”komentar Kinan.

”tidak. Dia bukan orang yang luar biasa. Setidaknya banyak pria lain yang lebih tampan dan kaya. Yang dia lakukan hanyalah berkenalan, ajak kencan, buat pasanagnnya tertawa, kasih perhatian, lalu tembak!”

”semudah itu?”

”ya.”

”kalau aku jadi si cewek, jangan harap akan semudah itu!”

”tentu saja. Kamu kan calon sarjana. Pasti seribu kali lebih cantik dan pintar dari mereka.”

”iya dong.” Kinan bercerutu sambil tersenyum.

”tiba-tiba laki-laki itu menyadari bahwa dia tidak benar-benar bahagia.” lanjut Anca. ”dia berpikir bahwa cewek-cewk dalam hidupnya selama ini hanya membuang uang dan waktunya. Padahal cowok itu ingin maju dan mengembangkan potensi dalam dirinya.”

”cewek yang bagaimana seh yang dia cari?”

”dulu laki-laki itu tertarik dengan wanita yang funky, gaul, hot, dan sexy. Setelah sadar wanita semacam itu merepotkan, dia mencari yang simpel, jujur tapi smart, potensial dan punya empati untuk mendukung ambisinya di masa depan.”

”lalu?”

”ketemu!” kata Anca. ”setelah dia mencari selama tiga bulan, laki-laki itu menemukannya.”

”baguslah kalau begitu.” Kinan mulai bosan. ”eh tau ga katanya rambut si Ina itu…”

”tapi ceritaku belum selesai Nan!” protes Anca. ”ini pertama kalinya aku cerita sesuatu saat kita kencan kan!? sebelumnya akulah perndengar setia terhadap ratusan ceritamu.” Anca menatap tajam kedua mata Kinan yang indah. Mata yang dulu membuat anca tergila-gila.

Kinan kaget! Dia bingung akan perubahan emosi Anca dengan kata2nya yang agak tajam. Setelah menarik nafas panjang, Kinan berkata…”ya udah…!”

”laki-laki itu senang.” Anca menerusakan ceritanay. ”tapi dia punya 2 masalah. Pertama dia masih terikat dengan pacar yang lamanya. Yang kedua dia tidak bisa menggunakan jurus2 lamanya pada cewek yang baik-baik. Laki-laki itu punya prinsip bahwa cewek baik harus didapatkan dengan cara yang baik juga. Tidak dengan dirayu, atau digodain dengan bunga, pujian dan main tembak sembarangan. Padahal pengalaman yang baik tidak dimiliki sama sekali olehnya.

”Nan, kamu punya solusi ga buat laki-laki itu?” tanya Anca pelan.

”yah…menurutku laki-laki itu harus kasih perhatian dong buat cewek itu. Ntar si cewek kan ngerasa, teru, kalau lampunya hijau, tembak.”

”tapi laki-laki itu menganggap cara itu sama saja dengan cara yang lama. Perhatian dari pria buat wanita yang dia dekati itu murah dan ga ikhlas sama sekali, karena dia mengharapkan balasan cinta dari si cewek kan? Nanti kalau ternyata ditolak, biasanya perhatian si pria langsung hilang dan menjauh, bahkan menjelek-jelekkan si wanita.” Anca mencoba memancing argumen Kinan.

”ya…pokoknya cowok itu mau dapet ga? Kalo mau memang harus perhatian dong! Lagian aneh banget seh cowok itu, pengen pedekate tapi ga ngasih perhatian. Blo’on banget kan!” Kinan terpancing.

”jadi menurutmu laki-laki itu harus perhatian sama cewek itu?”

“he-eh”

“gimana dengan masalah pertama?”

“soal ceweknya yang lama? Dia masih cinta ga?” Kinan balik nanya.

”kayaknya seh udah enggak! Soalnya…”

”udah-udah jangan ngomong ngelantur lagi deeh!” potong Kinan. ”bete tau ga! Yang jelas dia dah nggak cinta kan?”

”jadi menurutmu, karena cintanya udah abis, sebaiknya diputus?”

”ya dong.!”

”nggak perlu kasian ama ceweknya?”

”ya sayaaaang!” jawab Kinan. ”sekarang kita jalan lagi yuk!” Kinan makin ga sabar.

”tunggu dulu! Itu artinya hubungan tanpa cinta nggak bisa!?”

”iya dong, mau gimana lagi!”

”iya…iya, kamu kenapa seh tanya-tanya itu?”

”Nan,” Anca menarik nafas dalam-dalam. ”berdasarkan pertimbangan yang udah kamu berikan…kayaknya kita emang putus aja deh. Cinta aku buat kamu udah abis seh…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s