bahan pengawet

Posted: April 1, 2012 in bucil health

makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. semakin berkembangnya zaman dan diiringi jumlah jumlah penduduk yg terus meningkat maka makanan dibuat sedemikian rupa untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia. kemajuan teknologi membuat makanan semakin mudah disajikan dan dapat disimpan dalam waktu yang lama akibat peranan bahan tambahan pangan (BTP). dewasa ini, masyrakat sudah bukan hanya tertarik pada aspek apakah BTP memberikana cita rasa yang enak saja, melainkan pada hal2 apakah bahan tambahan tersebut yang dikonsumsi baik untuknya dan komponen apa saja yang ada di dalamnya.

lalu apa pangertian bahan tambahan pangan itu sendiri? beberapa ahli pangan dapat memberikan definisi yang berbeda, maka saya coba ambil satu diantaranya. menurut Dr.Ir. Wisnu C M.Si dalam bukunya Analisis dan Aspek Kesehatan BTP, pengertian BTP adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan komponen khas makanan, mempunyai atau tidak mempunyai nilai gizi, yang sengaja ditambahkan ke dalam makanan untuk maksud teknologi pada pembuatan, pengolahan, perlakuan, pengepakan, pengemasan, dan penyimpanan. wah..cukup panjang juga pengertiannya, namun dari berbagai definisi, dapat disimpulkan bahwa BTP adalah bahan lain yang ditambahkan ke makanan utama dengan tujuan tertentu.

lalu tujuan BTP apa? tujuan penggunaan BTP sendiri bermacam-macam diantaranya meningkatkan/mempertahankan nilai gizi dan kualitas daya simpan, membuat makanan lebih mudah dihidangkan, memperhambat pembusukan makanan, dan lain sebagainya.

penggunaan BTP sebaiknya dengan dosis yang telah ditetapkan. usaha untuk membuat standar telah dilakukan oleh FAO dan WHO, sedangkan di indonesia sendiri telah disusun dalam peraturan tentang BTP yang diizinkan ditambahkan dan dilarang oleh Departemen Kesehatan diatur dengan Peraturan Mneteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 722/Menkes/Per/IX/88 yang terdiri dari golongan BTP yang diizinkan dan dilarang digunakan dalam makanan.

Jenis BTP ada 2 yaitu GRAS (Generally Recognized as Safe), zat ini aman dan tidak berefek toksik misalnya gula (glukosa). sedangkan jenis lainnya adalah ADI (Acceptable Daily Intake), jenis ini selalu ditetapkan batas penggunaan hariannya (daily intake) demi menjaga kesehatan konsumen.

Ada baiknya juga jika kita mengetahui sifat dari bahan tambahan pangan apa yang kita makan, apalagi kalo itu terus menerus kita makan. Karena siapapun tidak ingin tubuhnya hancur baik saat ini maupun nanti.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s